KENDARI, Hitsultra.com – Kasus penadahan kendaraan bermotor hasil curian di Kendari berkembang ke arah yang lebih kompleks, Selasa, 21/4/2026.
Dugaan keterlibatan empat oknum TNI dalam perkara ini mencuat ke permukaan setelah adanya laporan dari seorang netizen berinisial NB yang diterima redaksi melalui pesan langsung Instagram.
Dalam laporannya, NB mengungkap adanya dugaan anggota TNI yang membeli sepeda motor hasil curanmor. Informasi tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain di luar pelaku sipil.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polisi Militer untuk mendalami informasi tersebut.
Koordinasi dilakukan lintas matra, melibatkan Denpom AU dan POM AD, guna memastikan apakah terdapat anggota aktif yang terhubung dalam perkara ini.
Langkah itu diambil untuk menjaga objektivitas penanganan kasus sekaligus memperjelas batas kewenangan antar institusi.
Kepolisian fokus pada penanganan pelaku sipil, sementara proses terhadap anggota aktif TNI berada di bawah kewenangan Polisi Militer.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L Sengka, mengungkapkan bahwa dua oknum TNI AD berinisial KA dan AN telah diperiksa sebagai saksi.
“Pemeriksaan dilakukan karena keduanya diduga membeli kendaraan hasil pencurian dari tersangka curanmor yang kini tengah diproses hukum,” ungkap Kapolresta.
Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa seorang anggota TNI AU berinisial Prada TH di Lanud Haluoleo Kendari.
Pemeriksaan berlangsung dengan pendampingan Provost dan anggota POM AU, sebagai bagian dari prosedur internal militer.
Dalam pemeriksaan, penyidik mendalami transaksi satu unit sepeda motor Honda CRF berwarna merah yang diduga merupakan hasil tindak pidana.
Prada TH mengaku hanya sekali bertemu dengan tersangka saat transaksi berlangsung dan membantah memiliki hubungan lebih jauh.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Denpom XIV/3 Kendari serta Pasi Lidik belum memperoleh tanggapan resmi.
Meski demikian, Polresta Kendari memastikan bahwa pengembangan perkara terus berjalan melalui koordinasi intensif bersama Polisi Militer.
Penyidik kini masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah yang lebih luas dalam kasus ini, termasuk meneliti alur distribusi kendaraan hasil curian serta pihak-pihak yang diduga terlibat.(**)








