KONAWE, Hitsultra.com – Wujud komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.
Pada Selasa (5/5/2026), Pemdes menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 20 keluarga penerima manfaat (KPM), sekaligus menyerahkan honorarium kepada sejumlah unsur masyarakat yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan sosial dan keagamaan di desa.
Penyaluran bantuan tersebut mencakup penerima BLT, kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), guru ngaji, hingga imam masjid. Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari masyarakat yang hadir.

Adapun rincian bantuan dan honorarium yang disalurkan adalah sebagai berikut:
1. BLT triwulan sebesar Rp900.000 per KPM,
2. Kader Posyandu sebesar Rp750.000 per orang (3 orang),
3. Kader KPM sebesar Rp750.000 per orang (3 orang),
4. Guru ngaji sebesar Rp1.050.000 (1 orang),
5. Imam masjid sebesar Rp1.050.000 (1 orang),
Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, penyaluran BLT dan honorarium hari ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala berarti. Ini adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah desa untuk terus hadir membantu masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader dan tokoh keagamaan yang telah berkontribusi dalam pembangunan sosial kemasyarakatan di Desa Lalomerui.
Suasana penuh rasa syukur terlihat dari wajah para penerima manfaat yang mengikuti proses penyaluran dengan tertib.
Kehadiran program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga serta semakin memperkuat pelayanan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Lalomerui berharap program serupa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang lebih sejahtera, harmonis, dan berdaya saing.(AT)








