Wakil Bupati Konawe Dorong Orang Tua Turut Berperan Aktif Lawan Narkoba

Foto: Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim. (Istimewa)

KONAWE, Hitsultra.com – Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, mengaku terkejut sekaligus prihatin atas rilis data pemerintah pusat yang menempatkan Kabupaten Konawe sebagai daerah dengan tingkat penggunaan narkoba tertinggi secara nasional.

Fakta tersebut dinilainya sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan pembangunan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Syamsul Ibrahim saat menghadiri Pentas Musik Edukatif Anti Narkoba yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe di Inolobungadue Central Park, pada Sabtu (24/1) malam.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan hiburan yang menyasar kalangan muda.

Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa persoalan narkoba di Konawe tidak lagi dapat dipandang sebelah mata.

Terlebih lagi, peredaran narkoba telah menyentuh kelompok usia rentan dan dunia pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Sangat miris, ternyata penggunanya bukan hanya orang dewasa, tapi sudah merambah ke usia sekolah SMP, SMA, bahkan tidak menutup kemungkinan tingkat SD sudah mulai disasar oleh pengedar,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendeteksi dan mencegah sejak dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga.

Menurutnya, jalur rehabilitasi harus menjadi pilihan utama apabila ditemukan indikasi penggunaan narkoba pada anak.

​”Ada perbedaan besar. Jika dibawa sendiri ke BNNK untuk rehabilitasi, mereka tidak akan dipidana. Namun, jika ditangkap oleh Satreskoba Polres, maka suka atau tidak suka akan berurusan dengan hukum dan ada pidananya,” jelasnya.

Menutup arahannya, Wakil Bupati Konawe meminta adanya langkah konkret dan terukur dari aparat penegak hukum bersama BNNK, terutama di kawasan industri Morosi yang mencakup sembilan desa dan dinilai rawan peredaran narkoba.

​”Harapan kita, melalui langkah nyata ini, peredaran narkoba bisa berkurang secara bertahap sehingga Kabupaten Konawe tidak lagi menyandang predikat peringkat pertama peredaran narkoba,” pungkasnya.

Diketahui, dalam acara tersebut turut dihadiri Kepala BNNK Konawe, Kompol H. Bandus Tira Wijaya, A.Md, SH, Dirut RSUD Konawe, dr. H. Romi Akbar, Sp.An-TI.Subsp. TI (K)., FCTA., Camat Unaaha, Asran Laloasa, S.Sos., M.M., Kapolsek Unaaha, Iptu La Ode Anti, perwakilan BPR Bahteramas, serta masyarakat setempat.(**)