Dua Pekan Berlalu Tak Ada Hasil, Polisi Dinilai Lamban Ungkap Kasus Tabrak Lari Laode Tondu di Kendari

KENDARI, Hitsultra.com – Dua pekan pasca kecelakaan maut yang merenggut nyawa Laode Tondu di perempatan lampu merah Pasar Baru, Kota Kendari, keluarga korban mengaku masih menanti kepastian hukum dari aparat kepolisian.

Hingga kini, identitas kendaraan maupun pengemudi yang diduga terlibat belum juga terungkap, Senin, 18 Mei 2026.

Laode Tondu meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu dini hari, 26 April 2026 sekitar pukul 03.40 WITA di Jalan MT Haryono, tepatnya di kawasan lampu merah Pasar Baru, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Meski penyelidikan telah berjalan,
keluarga korban menilai perkembangan kasus masih minim.

Dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 29 April 2026, Satlantas Polresta Kendari menyebut kasus masih dalam tahap penyelidikan dengan agenda pencarian saksi dan pengumpulan alat bukti.

Namun bagi keluarga, waktu dua minggu tanpa kepastian menjadi beban yang kian menyakitkan di tengah duka kehilangan orang tercinta.

“Kami tidak menuntut hal yang berlebihan. Kami hanya ingin kejelasan. Anak kami meninggal di jalan, tetapi sampai sekarang belum ada siapa yang bertanggung jawab,” ungkap pihak keluarga dengan penuh haru.

Keluarga pun mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat dalam menangani perkara ini.

Mereka berharap penyelidikan tidak berhenti pada administrasi semata, tetapi benar-benar mengarah pada pengungkapan pelaku yang diduga menyebabkan korban hingga meninggal dunia.

Lambannya perkembangan kasus ini turut menjadi perhatian publik.

Di tengah banyaknya kamera pengawas dan kemajuan teknologi di kawasan perkotaan, masyarakat mempertanyakan mengapa hingga kini belum ada titik terang terkait kendaraan maupun pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Bagi keluarga almarhum, kasus ini bukan sekadar proses hukum biasa.

Ini tentang nyawa yang hilang, tentang keadilan yang dinantikan, dan tentang harapan agar aparat penegak hukum segera membuka tabir di balik tragedi yang merenggut masa depan anak mereka.(**)

Editor: Redaksi