KENDARI, Hitsultra.com – BASMI Sultra menantang aparat menindak dugaan pasar narkoba di Kampung Salo dan Gunung Jati, Kendari, Minggu, 19/4/2026.
Koordinator BASMI Sultra, Ferli, menilai penindakan bisa dilakukan jika aparat serius memberantas peredaran narkoba.
Ia mendorong pembentukan tim gabungan melibatkan Polri, BNNP, hingga TNI untuk operasi terpadu.
“Alat negara tidak boleh kalah dengan gembong narkoba. Tidak boleh ada negara dalam negara,” tegas Ferli.
Ferli menyebut peredaran narkoba berdampak pada meningkatnya kriminalitas di wilayah tersebut.
Menurutnya, jejak digital menunjukkan pelaku kriminal nekat beraksi demi membeli sabu.
Ia juga menyoroti pengakuan aparat yang kesulitan melakukan penangkapan di lokasi tersebut.
“Harus tim gabungan yang diturunkan secepatnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Polresta Kendari merespons video viral terkait dugaan aktivitas narkoba di wilayah itu.
Kasat Narkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir, menyebut Kampung Salo dan Gunung Jati sebagai zona merah.
Ia mengaku pernah menghadapi perlawanan saat penindakan, termasuk pelemparan dan upaya pembakaran kendaraan.
“Penangkapan 2024, mobil kami dilempari batu dan hampir dibakar,” ungkapnya.
Ia juga menyebut anggota pernah ditikam saat operasi tahun 2023.
Bahkan, menurut informasi, pelaku diduga menggunakan senjata api di lokasi tersebut.
“Harus tim gabungan dengan Polda dan BNNP,” tegasnya.
Saat ini, koordinasi dengan Polda Sultra telah dilakukan dan menunggu tindak lanjut pimpinan.(**)








