KONAWE, Hitsultra.com – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Sekretariat Daerah resmi mengumumkan pelaksanaan Pameran Pembangunan Desa Tahun 2025 sebagai ajang unjuk karya dan potensi desa di seluruh wilayah Konawe.
Kegiatan pameran ini akan digelar selama enam hari, mulai Rabu, 5 November hingga Senin, 10 November 2025, yang berlokasi di arena Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Konawe, Kelurahan Tumpas, Kecamatan Unaaha.
Dengan mengusung tema “Membangun Desa Menuju Konawe Bersahaja”, pameran ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi desa-desa di Konawe untuk memperlihatkan kemajuan pembangunan yang telah dicapai.
Sekaligus, memperkuat kolaborasi dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, SP., MH, dalam surat edaran resmi bernomor B-400.10.1/1113/DPMD/X/2025, mengimbau seluruh kepala desa agar aktif berpartisipasi dengan mengisi stand pameran yang telah disiapkan.
Partisipasi aktif dari desa diharapkan menjadi cerminan semangat gotong royong dalam membangun daerah dari akar rumput.
Diketahui sebelumnya, hal senada juga telah disampaikan Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dalam kegiatan Temu Wicara Penyusunan Jadwal Pola Tanam dan Rencana Pembagian Air Daerah Irigasi di Bendungan Ameroro, pada Rabu (22/10) kemarin.
“Tujuan pameran ini supaya kita bisa melihat pembangunan-pembangunan desa, potensi wilayahnya, pertaniannya, sumber daya alamnya, UMKM-nya, sampai ke tingkat manajemen pemerintah desanya,” ucap Bupati Yusran.
Pameran Pembangunan Desa Tahun 2025 ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah Konawe dalam mengaktualisasikan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe, yakni mewujudkan “Konawe Bersahaja” – beriman, sejahtera, dan berdaya saing.
Disamping itu, kegiatan ini dapat menjadi ruang inspiratif bagi masyarakat desa untuk saling belajar, berinovasi, dan memperkuat sinergi menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain menampilkan capaian pembangunan fisik dan sosial, pameran ini juga akan dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya daerah, promosi produk-produk unggulan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta beragam kegiatan interaktif yang melibatkan masyarakat.(**)








