KONAWE, Hitsultra.com – Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati budaya melaksanakan kegiatan ziarah makam serta penggantian kain batu nisan pada sejumlah makam tokoh penting dalam sejarah dan adat Tolaki, pada Minggu (14/6) kemarin.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta identitas masyarakat Tolaki dari generasi ke generasi.
Adapun makam yang diziarahi meliputi Makam Raja Lakidende Sangia Ngginoburu, Makam Pue Kalenggo, Makam Karaeng Watukila Ndariala, Makam Tohamba bin Mokole Maranai, serta Makam Pue Tainoa Watuanggotoa.
Kegiatan ini dihadiri oleh H. Dedet Ilnari Yusta, SE, MA, M.In.CD, Ilmarsyah Agus Sudoyo Dongge, S.Hut, Ajemain Suruambo, S.Sos, M.Si, Sarman Fidel, serta sejumlah anggota Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI).
Prosesi diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembersihan area makam dan penggantian kain batu nisan sebagai simbol penghormatan kepada para pendahulu.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai tata cara dan tradisi adat Tolaki yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar ritual penghormatan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen menjaga kelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
Selain mengenang sejarah perjuangan para tokoh adat, ziarah makam juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan persaudaraan antaranggota masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal.
Dalam kesempatan itu, Ajemain Suruambo menegaskan bahwa pelestarian tradisi adat merupakan tanggung jawab bersama agar nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur tidak hilang ditelan zaman.
“Melalui ziarah makam dan pelaksanaan tradisi adat ini, kita menjaga hubungan batin dengan para pendahulu sekaligus merawat warisan budaya Tolaki agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” kata Ajemain.
FORDATI Sultra berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya serta penguatan karakter generasi muda agar tetap mengenal, memahami, dan menghargai sejarah leluhurnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penghormatan terakhir kepada para leluhur.
Suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan rasa hormat terhadap nilai-nilai adat Tolaki mewarnai seluruh rangkaian acara, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas masyarakat Tolaki.
Laporan: Redaksi





