Sebuah Karamba Warga Ulusawa Hancur Ditabrak Kapal Tak Dikenal, Ribuan Ikan Siap Panen Lenyap

Foto: Karamba milik warga di Pantai Ulusawa yang hancur hingga nyaris tenggelam akibat ditabrak kapal. (Istimewa)

KONUT, Hitsultra.com – Sebuah karamba ikan milik warga di Pantai Ulusawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), hancur hingga nyaris tenggelam setelah ditabrak kapal yang melintas pada Minggu (11/1) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WITA, saat kondisi perairan masih gelap. Karamba yang berisi ribuan ikan siap panen itu remuk seketika usai dihantam kapal berukuran besar, hingga nyaris tak menyisakan struktur utuh.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan rangka karamba porak-poranda di perairan Pantai Ulusawa.

Potongan kayu dan jaring terlihat mengambang, menjadi saksi bisu kerasnya benturan yang terjadi.

Dalam video tersebut, seorang warga mengungkapkan kesedihannya atas kejadian tersebut. Ia menyebut, kerugian akibat insiden itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Guys, kejadian pagi ini di Pantai Ulusawa. Karamba tiba-tiba hancur begini. Kejadiannya tadi subuh sekitar jam empat,” ungkapnya.

“Tiba-tiba ada kapal besar datang tabrak karamba. Isinya banyak sekali ikan, kerugian ditaksir kurang lebih seratus juta rupiah. Semua ikan habis, “sambungnya sembari merekam peristiwa pilu di hadapannya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ikan-ikan di dalam karamba tersebut telah dipelihara selama bertahun-tahun dengan perawatan intensif.

Karamba itu bukan sekadar tempat usaha, melainkan bagian dari keseharian dan sumber penghidupan pemiliknya.

“Sudah tahunan dipelihara itu ikan, hampir setiap hari dikasih makan. Ini tempat kita nongkrong duduk-duduk sambil kasih makan ikan. Sekarang hancur semua karena kapal datang hantam,” tuturnya.

Peristiwa ini pertama kali diunggah oleh akun media sosial bernama Anhy Alzenorica Johanis.

Dalam unggahannya, ia menuliskan kesedihannya melihat perjuangan seorang warga lanjut usia yang selama ini setia menjaga dan merawat karamba tersebut.

“Sa ingat pa’ tua, tiap hari selalu di situ jaga karamba, rawat ikannya. Dipelihara seperti pelihara anak sendiri, bahkan kalah sama cucunya. Sekarang semua habis,” tulisnya.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas kapal yang diduga menabrak karamba tersebut belum diketahui. Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk mengusut insiden tersebut.(**)