Selain Dugaan Mark Up, Kualitas Proyek Aspal Menuju Rujab Bupati Konawe Diduga Minim

KONAWE, Hitsultra.com – Proyek Rekonstruksi Jalan Oheo di Kelurahan Puunahaa, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe kembali menuai sorotan, Sabtu, 13/6/2026.

Selain muncul dugaan mark up, sejumlah temuan di lapangan juga memunculkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan konstruksi yang masih berjalan.

Berdasarkan data pada LPSE Konawe, proyek sepanjang 1,33 kilometer tersebut dibiayai melalui APBD 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp5,1 miliar.

Proyek pengaspalan menuju Rujab Bupati Konawe itu dilaksanakan oleh CV Alif Aura Perkasa yang dijadwalkan berlangsung mulai Maret hingga September 2026.

Sorotan terhadap proyek ini muncul setelah dilakukan perbandingan dengan estimasi biaya pengaspalan jalan yang dipublikasikan PT Laksana Karya Indonesia.

Dalam estimasi tersebut, biaya pengaspalan jalan sepanjang 1 kilometer, lebar enam meter dengan ketebalan lima sentimeter umumnya berkisar Rp850 juta hingga Rp1,3 miliar, tergantung spesifikasi dan kualitas material yang digunakan.

Bahkan untuk jalan dengan spesifikasi industri atau akses kendaraan berat, biaya disebut dapat mencapai sekitar Rp1,4 miliar per kilometer atau lebih.

Dengan asumsi tersebut, pekerjaan rekonstruksi Jalan Oheo sepanjang 1,33 kilometer diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.

Jika ditambah pekerjaan penunjang seperti drainase, talud, rabat beton, mobilisasi, dan kenaikan harga material, nilai proyek diperkirakan berada pada kisaran Rp3 miliar.

Perbedaan antara estimasi biaya dan nilai proyek yang mencapai Rp5,1 miliar tentu memunculkan sejumlah pertanyaan, mulai rincian pekerjaan, dasar perhitungan, hingga spesifikasi teknis yang digunakan dalam proyek jalan tersebut.

Dan di sisi lain, hasil pantauan awak media di lokasi menemukan sejumlah kondisi yang menjadi perhatian.

Pada pekerjaan pengaspalan, permukaan jalan tampak berwarna keabu-abuan dan tidak sepekat karakteristik aspal hotmix yang umumnya terlihat pada pekerjaan jalan berkualitas baik.

Di beberapa titik, terlihat butiran pasir dan batu kecil yang terlepas dari permukaan aspal.

Setelah diguyur hujan, sejumlah ruas jalan juga masih menyisakan titik-titik lembap yang memunculkan pertanyaan terkait kualitas material maupun proses pelaksanaan pekerjaan.

Temuan lain terlihat pada pekerjaan rabat beton. Pada kawasan permukiman warga, lebar rabat beton diperkirakan berkisar antara 60 hingga 100 sentimeter.

Namun pada ruas jalan yang berada di area tanpa permukiman, terutama menuju kawasan rumah jabatan (rujab), lebar rabat beton terlihat jauh lebih sempit, yakni sekitar 20 hingga 40 sentimeter.

Selain itu, konstruksi talud penahan tebing di beberapa titik dinilai minim lubang resapan atau saluran pembuangan air.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan tekanan air pada struktur talud yang berpotensi memicu longsor saat curah hujan tinggi.

Plt. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Konawe, Asmar, ST, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (11/6) lalu, menyatakan bahwa pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan dengan masa kontrak 180 hari kerja.

“Masih berjalan pekerjaan, sampai 6 bulan,” ucapnya singkat.

Namun saat ditanya terkait besarnya nilai anggaran proyek, Asmar tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Namun ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada kesempatan berbeda, ia juga belum memberikan tanggapan terkait sejumlah temuan di lapangan.

Pihak CV Alif Aura Perkasa yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Sejumlah pihak menilai, Dinas PUPR Konawe perlu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai rincian pekerjaan, spesifikasi teknis, serta komponen biaya yang menyebabkan nilai proyek mencapai Rp5,1 miliar.

Untuk diketahui, dugaan mark up anggaran maupun dugaan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan masih memerlukan pembuktian melalui audit teknis.

Karena itu, informasi ini disajikan sebagai bentuk kontrol sosial dan pengawasan publik dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Laporan: Redaksi