KONAWE, HITSultra.com – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tahun ini bukan sekadar pesta rakyat.
Di balik gegap gempita di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Unaaha, geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikut meroket.
UMKM Expo 2025 yang diinisiasi Pemkab Konawe sukses menghidupkan denyut ekonomi kerakyatan.
Omzet pedagang bahkan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
“Asniati,” penjual bakso bakar dan minuman, mengaku omzetnya naik dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta per hari. “Alhamdulillah, pembeli ramai sekali, apalagi malam hari,” ucapnya sambil tersenyum, Rabu, 13 Agustus 2025.
Sedangkan Fitri, pedagang kuliner lain, enggan menyebut angka pasti, tapi mengaku penjualannya “naik signifikan”.
Sementara itu, Nandi, penjual balon dan mainan anak, menuturkan dagangannya laris manis.
“Anak-anak senang, orang tuanya ikut beli. Suasana seperti ini bikin bahagia,” katanya.
Tak hanya pedagang kaki lima, pelaku usaha kreatif juga ikut kecipratan berkah. Nadir “Kick Boxing”, atlet sekaligus pemilik coffee shop di ICP, optimistis tren ini berlanjut.
“Semoga pemerintah lebih memperhatikan pembagian lokasi supaya semua pedagang dapat peluang yang sama,” katanya.
Meski demikian, tak semua pedagang langsung merasakan lonjakan pendapatan.
Ismono, penjual siomay telur, mengaku omzetnya masih stabil, namun yakin penjualan akan meningkat seiring membludaknya pengunjung.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menegaskan bahwa pemusatan perayaan kemerdekaan di ICP merupakan strategi untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
“UMKM kita maju, ekonomi jalan, rakyat sejahtera. Ini sejalan dengan visi Konawe Bersahaja,” tegasnya saat membuka UMKM Expo 2025, pada Selasa (12/8/2025) kemarin.
Mengusung tema Festival Kreatif Bersama, Expo ini diikuti lebih dari 200 stan UMKM dari 28 kecamatan, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Forkopimda, serta ratusan pelaku usaha.
“UMKM bukan sekadar berdagang, tapi juga soal martabat, kemandirian, dan kebanggaan kita,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Disamping itu, salah satu pengunjung, Ani Anaway menyebut bahwa Expo ini sebagai bukti kebangkitan ekonomi di Konawe.
“Ini luar biasa. pelaku UMKM harus terus didukung, supaya ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan meningkat,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, HUT RI ke-80 di Konawe membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan bisa menjadi mesin penggerak ekonomi.(**)








