KONAWE, HITSultra.com – Di tengah geliat pembangunan dan gencarnya program bantuan sosial, kisah memilukan datang dari Bade (58), warga disabilitas di Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Hingga kini, ia bersama keluarganya masih menempati rumah reyot peninggalan mertuanya yang nyaris tak layak huni, tanpa fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Kondisi ini ironis, sebab berbagai program pemerintah tentang bedah rumah maupun pembangunan sarana MCK kerap digaungkan.
Namun kenyataannya, Bade mengaku tidak pernah tersentuh satupun program tersebut.
“Ini rumah tidak pernah dapat bantuan bedah rumah. Atap seng saja saya dapat dari bantuan calon gubernur dulu, Buhari Matta,” ungkap Bade saat ditemui wartawan, Kamis (18/9/2025).
Ia juga membantah klaim Lurah Lawulo, Lyly Suyatim, yang sebelumnya menyebut keluarganya pernah menerima bantuan bedah rumah maupun pembangunan MCK.
“Kalau bantuan MCK untuk saya pribadi tidak ada. Kurang lebih 20 tahun saya tinggal di sini, tidak pernah saya lihat WC umum. Kalau memang ada, pasti saya rawat,” tegasnya.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebut, sebelum Bade dan keluarganya tinggal di rumah itu, memang pernah ada program pembangunan MCK umum.
Namun bangunan tersebut kini sudah rata dengan tanah, tak lagi menyisakan jejak.
Keterangan itu sekaligus mempertegas bahwa bantuan yang diklaim pemerintah kelurahan tidak pernah benar-benar menyentuh keluarga Bade.
Hingga berita ini diturunkan, Lurah Lawulo, Lyly Suyatim, belum memberikan klarifikasi resmi. Awak media yang mencoba menghubungi via WhatsApp hanya mendapati pesan belum terbalas.(**)








