Bupati Konawe Tekankan Pentingnya Data sebagai Kompas Kebijakan Publik di FISIP Universitas Halu Oleo

Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, saat tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Kuliah Praktisi yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo. Foto: Istimewa

KENDARI, Hitsultra.com – Bupati Konawe, Yusran Akbar, S.T., tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Kuliah Praktisi yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, pada Selasa (28/10) kemarin.

Mengusung tema “Pentingnya Data dalam Pengambilan Kebijakan Publik”, kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan perwakilan pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP UHO dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP, Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., dengan Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si. bertindak sebagai moderator. Tema ini dinilai sangat relevan dengan era digital dan transformasi tata kelola pemerintahan modern.

Dalam pemaparannya, Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa data bukan sekadar kumpulan angka, melainkan representasi nyata kehidupan masyarakat yang merekam aktivitas, tantangan, dan harapan mereka.

Ia menilai, di balik setiap data tersimpan cerita tentang ekonomi yang bergerak, pelayanan publik yang perlu dibenahi, hingga arah pembangunan daerah ke depan.

“Dengan membaca data menggunakan hati dan logika, kita sebenarnya sedang memahami realitas sosial dan menemukan arah kebijakan yang tepat untuk membawa perubahan,” ucap Bupati Yusran di hadapan peserta kuliah.

Ia menambahkan, setiap permasalahan di masyarakat bukanlah hambatan, melainkan pintu menuju solusi yang lebih baik.

Melalui data, pemerintah dapat menelusuri akar masalah, memahami siapa yang terdampak, dan menentukan langkah paling efektif untuk mengatasinya.

Menurutnya, kebijakan yang baik tidak boleh didasarkan pada asumsi, tetapi pada pemahaman mendalam yang bersumber dari data yang valid.

“Data memberikan kacamata jernih untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Data memperluas perspektif, memperdalam pemahaman, dan mengungkap pola yang sering kali tidak terlihat oleh pengamatan kasatmata,” jelasnya.

Dalam konteks pemerintahan, lanjut Yusran, data berfungsi sebagai kompas kebijakan.

Melalui analisis yang akurat, pemerintah dapat menilai efektivitas program, melakukan perbaikan yang diperlukan, dan memastikan setiap anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa data juga berperan sebagai jembatan antara suara rakyat dan tindakan pemerintah. Dengan data lapangan yang akurat, aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih responsif dan berkeadilan.

Namun demikian, Bupati Yusran mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam membaca dan menafsirkan data. Kesalahan dalam analisis dapat menimbulkan kebijakan yang keliru dan berdampak negatif bagi masyarakat.

Ia pun juga mendorong agar aparatur pemerintah memperkuat kapasitas literasi data, memahami konteks dan metodologi pengumpulan data, serta memastikan kualitas dan validitasnya sebelum dijadikan dasar keputusan.

Lebih jauh, Yusran menyoroti arah baru tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kebijakan prediktif berbasis Big Data.

Dengan analisis mendalam, pemerintah dapat mendeteksi potensi persoalan lebih dini, seperti perubahan demografi, mobilitas penduduk, hingga kebutuhan energi dan pangan.

“Dengan data, kita tidak hanya bekerja lebih keras, tetapi juga lebih cerdas. Data bukan sekadar angka, melainkan cerita tentang dunia, tentang masyarakat kita, dan tentang masa depan yang ingin kita bangun bersama,” tutupnya.

Kegiatan kuliah praktisi ini berlangsung hangat dan interaktif.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai tantangan implementasi data di lapangan serta peran generasi muda dalam memperkuat ekosistem data yang akuntabel.

Acara ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah Konawe dan Civitas Akademika UHO.

Serta penyerahan piagam penghargaan kepada Bupati Konawe atas kontribusinya dalam penguatan pendidikan dan tata kelola pemerintahan berbasis data.(**)