DPRD Konawe Minta Pemda Bangun Hunian Layak untuk Korban Kebakaran di Arombu

Foto: Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, saat meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Arombu. (Istimewa)

KONAWE, Hitsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe bersama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat mendorong percepatan penanganan pascakebakaran yang melanda Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Fokus utama kini diarahkan pada penyediaan hunian layak bagi korban terdampak.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, usai meninjau langsung lokasi kebakaran, pada Kamis (9/4/2026) kemarin.

Dalam kunjungan itu, ia turut didampingi jajaran Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Konawe untuk melihat secara langsung kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Eko menekankan bahwa penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata.

Menurutnya, langkah konkret berupa pembangunan hunian harus segera direalisasikan agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

“Bantuan sembako sudah disalurkan oleh Dinas Sosial. Namun yang menjadi prioritas saat ini adalah penyediaan hunian. Meski sederhana, yang penting bisa segera ditempati oleh korban,” kata Eko, saat meninjau lokasi kebakaran.

Ia mengungkapkan, dua keluarga yang menjadi korban dalam musibah tersebut kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan setelah seluruh harta benda mereka hangus terbakar.

“Tidak ada yang bisa diselamatkan, semuanya habis. Karena itu, kami sudah berkoordinasi agar segera dibangunkan hunian. Kalau pun prosesnya memerlukan waktu, yang penting ada kepastian,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Eko menyatakan akan membawa hasil peninjauan lapangan tersebut ke pimpinan DPRD Konawe guna mendorong dukungan kelembagaan yang lebih luas, termasuk kemungkinan bantuan lanjutan dari berbagai pihak.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Konawe, Asman, memastikan pihaknya tengah melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi bantuan hunian.

“Saat ini kami masih upayakan dan terus berkoordinasi, termasuk dengan BPBD,” singkatnya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi sebelumnya menghanguskan dua unit rumah warga di Kelurahan Arombu, masing-masing satu rumah permanen dan satu semi permanen.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp600 juta.

Peristiwa tersebut juga memicu kepedulian warga sekitar yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Salah satu warga setempat, Verdy, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi pada sore hari. “Belum lama, ini masih ada pemadam. Lokasi juga sudah di policeline,” ujar Verdy.

Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.

“Ada rumah semi permanen kosong yang ditinggalkan pemiliknya. TV masih dicuk, koslet hingga akhirnya terjadi kebakaran,” jelasnya.

Verdy juga memastikan jumlah bangunan yang terdampak dalam kejadian tersebut. “Dua unit rumah terbakar,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan permukiman, sekaligus menegaskan urgensi kehadiran negara dalam memastikan pemulihan cepat bagi warga terdampak bencana.(Adv)