KONAWE, Hitsultra.com – Motif kain tenun Tabere Siwole yang diciptakan Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, sebagai identitas budaya suku Tolaki kini menjadi sorotan, Rabu, 10/12/2025.
Pasalnya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Konawe diduga memonopoli produksi dan penjualan motif tersebut.
Sebab, motif kain Tabere Siwole yang banyak digunakan pada pakaian resmi pejabat daerah disebut-sebut hanya boleh diproduksi dan dipasarkan melalui Dekranasda atau melalui Kantor PKK Konawe.
Hal ini tentu membuat pelaku UMKM kesulitan mendapatkan pasokan. Selain itu, penjual kain di Unaaha juga tidak diperbolehkan untuk menjual kain dengan motif tersebut.
“Tidak mau mereka kalau kita jual kain tenun motif Tabere Siwole, dilarang,” ucap penjual yang tak ingin identitasnya dipublikasikan.
Keluhan tersebut pun akhirnya sampai ke telinga anggota Komisi III DPRD Konawe, H. Abdul Ginal Sambari.
Ia menilai bahwa kebijakan itu bertentangan dengan fungsi Dekranasda.
“Saya ini sudah dengar laporan masyarakat bahwa tidak boleh kain tenun motif Tabere Siwole diproduksi atau diperjualbelikan selain dari Dekranasda,” kata Ginal.
Ia juga menyoroti adanya sebuah informasi bahwa motif tersebut akan diwajibkan menjadi seragam sekolah dan pakaian pegawai.
“Kan ini ada info bahwa disampaikan kepada seluruh masyarakat apalagi perangkat daerah termasuk anak sekolah, termasuk perangkat desa harus pakai motif itu (Tabere Siwole). Itu unsur otoriter, pemaksaan,” ujarnya.
Menurut Ginal, Dekranasda semestinya menghimpun para pengrajin, bukan membatasi ruang usaha mereka.
Jika aturan itu diberlakukan sementara produksi hanya dikuasai Dekranasda, lanjut Ginal, pelaku UMKM berpotensi dirugikan.
“Itu tidak memberikan kesempatan pada UMKM yang lain, ketika ada satu organisasi atau kelompok yang menangani dan tidak boleh ditangani oleh orang lain itu kan monopoli,” tegasnya.
Disamping itu, Komisi III DPRD Konawe juga berencana memanggil Dekranasda untuk meminta penjelasan lebih lanjut.
“Kami senang ada inovasi menghidupkan kearifan lokal melalui industri tenun. Tapi jangan juga membatasi inovasi warga yang lain,” pungkasnya.
Diketahui, motif Tabere Siwole pertama kali diperkenalkan Ketua TP PKK Konawe, Hania, saat tampil dalam acara Fashion Show Wedding Adat Nusantara di HUT Sultra ke-61 pada 24 April lalu di Stadion Gelora Kolaka.(**)








