KONSEL, HITSultra.com – Ditengah konflik berkepanjangan antara PT Marketindo Selaras dan warga petani Kecamatan Angata, suara mahasiswa menggema menyerukan ketenangan dan keadilan.
Himpunan Mahasiswa Kecamatan Angata (HIMAKTA) menyatakan sikap tegas atas kekacauan yang kembali pecah siang ini di lokasi sengketa lahan.
Melalui pernyataan resminya, HIMAKTA menilai konflik ini mencerminkan ketidakpastian hukum dan lemahnya keberpihakan negara terhadap rakyat kecil.
Ketegangan yang terus terjadi disebut sebagai buah dari pembiaran dan ketidaktegasan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dalam menyikapi persoalan yang telah berlangsung lama.
“Ini bukan sekadar konflik lahan. Ini soal keadilan yang diabaikan, soal suara rakyat yang tak kunjung didengar,” tegas Ketua Umum HIMAKTA, Fahril Asyiraf Aknur.
Dalam seruan terbuka kepada masyarakat dan pemerintah daerah, HIMAKTA menyampaikan tiga poin imbauan penting:
1. Menjaga ketenangan dan tidak terpancing provokasi.
2. Menolak kekerasan dan intimidasi dari pihak mana pun.
3. Mendorong perjuangan hak atas tanah dilakukan secara damai dan konstitusional.
Tak hanya itu, HIMAKTA juga melayangkan tuntutan kepada pemerintah daerah, terutama Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo.
Mereka mendesak adanya penetapan status quo atas lahan sengketa serta pembentukan mekanisme penyelesaian konflik yang adil dan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan petani.
“Kami berdiri di sisi rakyat. HIMAKTA tidak akan diam melihat ketidakadilan terus terjadi. Kami menolak kekerasan dan menyerukan perjuangan yang damai namun tegas,” ujar Fahril dengan penuh semangat.(**)








