Menuju 100% Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Bupati Konawe Dukung Penuh Program Adipura 2029

Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, saat menghadiri langsung peluncuran Program Adipura Menuju 100% Pengelolaan Sampah Tahun 2029 di Jakarta. Foto: Istimewa

KONAWE, HITSultra.com – Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, menghadiri langsung peluncuran Program Adipura Menuju 100% Pengelolaan Sampah Tahun 2029 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.

Program nasional yang diluncurkan ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Indonesia bebas sampah.

Tidak lagi sekadar penghargaan, Adipura kini berevolusi menjadi alat evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam mengelola lingkungan, terutama pengelolaan sampah.

Dalam wajah barunya, Program Adipura menitikberatkan penilaian pada tiga aspek utama, yaitu; sistem pengelolaan sampah dan kebersihan, kebijakan dan anggaran daerah, serta kesiapan SDM dan infrastruktur.

Target ambisius pun diusung: 100% pengelolaan sampah layak di seluruh Indonesia pada tahun 2029, sejalan dengan RPJMN 2025-2029 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Yusran Akbar menyambut positif arah baru ini. Ia menegaskan bahwa Konawe siap menjadi bagian dari solusi nasional dalam pengelolaan sampah.

“Konawe siap mendukung penuh Program Adipura menuju 100% pengelolaan sampah 2029. Kami akan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah provinsi serta pusat,” ujar Yusran.

Selain soal kebersihan, program ini juga diarahkan untuk mempercepat penerapan ekonomi sirkular.

Melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi, pemerintah menargetkan tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan ulang dan daur ulang.

Pemerintah pusat pun tengah mendorong pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi (PSEL) sebagai solusi jangka panjang yang efisien dan ramah lingkungan.

Kesuksesan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.

Kesadaran kolektif menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi, Konawe menempatkan diri sebagai daerah yang siap mendukung transformasi besar dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia.

Menuju 2029, harapan Indonesia bebas sampah kini mulai ditata dengan langkah nyata.(**)