MAKASSAR, Hitsultra.com – Sebuah pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan rute Yogyakarta–Makassar.
Informasi tersebut diterima sekitar pukul 13.17 Wita dari General Manager AirNav Makassar.
Pesawat dengan registrasi PK-THT itu diperkirakan kehilangan komunikasi di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, tepatnya pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Berdasarkan manifes awal, jumlah orang di dalam pesawat atau persons on board (POB) tercatat sebanyak 11 orang, terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.
Daftar kru meliputi Kapten Andy Dahananto (pilot), First Officer Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifes adalah Deden, Ferry, dan Yoga.
Namun, perkembangan terbaru mengoreksi jumlah POB.
Dilansir dari Kompas.com, Kapten Sukardi yang namanya tercantum dalam manifes ternyata tidak ikut dalam penerbangan tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyebut informasi tersebut berasal dari operator pesawat Indonesia Air Transpor.
Dengan demikian, jumlah orang di dalam pesawat dipastikan hanya 10 orang.
“Confirm Capt. Sukardi tidak on board, sehingga POB hanya 10 orang. Sesuai informasi dari operator pesawat IAT,” kata Lukman, seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).
Koreksi data manifes ini menjadi penting dalam proses penanganan dan pencarian, karena akan menentukan jumlah pasti kru dan penumpang yang harus dievakuasi.
Insiden hilang kontaknya pesawat ATR 42-500 ini menjadi perhatian serius mengingat jalur udara Sulawesi Selatan merupakan salah satu koridor penerbangan yang cukup padat.(**)








