KONAWE, Hitsultra.com – Suasana penuh haru mewarnai pelepasan AKBP Noer Alam, S.I.K, yang secara resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Konawe, Sabtu, 1/8/2026.
Tradisi pedang pora menjadi penanda berakhirnya pengabdian Noer Alam setelah kurang lebih satu tahun lima bulan memimpin jajaran Polres Konawe.
Selama bertugas, dirinya diketahui kerap membangun hubungan yang cukup dekat dengan berbagai elemen masyarakat.

Pendekatan yang persuasif dan humanis menjadi salah satu ciri khas kepemimpinannya.
Komunikasi dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, aktivis hingga insan pers selalu ia bangun sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan secara terbuka.
Di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang, Noer Alam dinilai mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Konawe.

Berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik diupayakan untuk diselesaikan melalui langkah preventif, komunikasi, dan musyawarah dengan melibatkan seluruh elemen terkait.
Jejak kepemimpinan tersebut pun terasa dalam momen perpisahannya.
Tidak hanya dilepas secara kedinasan melalui tradisi pedang pora, Noer Alam juga mendapat penghormatan dan kebersamaan dari Komunitas Trail di Konawe.

Kebersamaan itu menjadi salah satu potret hubungan yang terbangun selama dirinya berada di Konawe. Amanah baru telah menanti Noer Alam sebagai Kapolres Baubau, Polda Sulawesi Tenggara.
Kini, tongkat komando selanjutnya diserahkan kepada Kapolres Konawe yang baru, AKBP Edi Raharjono, S.I.K, M.Si.
Bagi masyarakat Konawe, kepergian Noer Alam meninggalkan cerita tentang seorang perwira yang memilih membangun keamanan tidak hanya dengan pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, kedekatan dan kepercayaan.
Laporan: Riswanto








