MUNA BARAT, HITSultra.com – Seorang pasien dan keluarga pasien menyuarakan kekecewaan mereka atas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat yang dinilai lamban, kurang ramah, dan tidak profesional. Tidak hanya di ruang tunggu rumah sakit, rasa kekecewaan juga ramai diperbincangkan di media sosial.
Terbaru, sebuah video viral memperlihatkan lambannya penanganan terhadap seorang ibu yang mengalami luka parah. Ambulans yang datang terlambat dan respons petugas medis yang dinilai tidak sigap menuai kritik keras dari warganet.
Sekretaris Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Kendari, Muhammad Sawir, ikut angkat suara atas kondisi ini. Ia menilai bahwa persoalan ini mencerminkan perlunya pembenahan serius terhadap sistem layanan kesehatan di Muna Barat.
“Muna Barat adalah daerah yang baru mekar. Wajar jika masih banyak yang harus dibenahi. Tapi pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas, apalagi sudah tertuang dalam visi-misi Bupati. Ini seharusnya menjadi acuan bagi RSUD Muna Barat untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” tegas Sawir, melalui keterangan persnya.
Sawir, pemuda asal Desa Madampi, juga menyebutkan bahwa kejadian demi kejadian yang terjadi menunjukkan lemahnya manajemen serta kurangnya pengawasan dari pemerintah daerah (Pemda) terhadap rumah sakit milik pemerintah tersebut.
“Ini bukan kasus pertama. Harus ada tindakan nyata. Pemerintah daerah wajib turun tangan, lakukan evaluasi menyeluruh, dan benahi sistem layanan RSUD agar tidak semakin banyak korban akibat kelalaian,” ujarnya dengan nada prihatin.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan hak-hak pasien sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
“Kami berharap ada langkah konkret dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah. Jangan hanya sekadar janji, tapi harus dibuktikan dengan peningkatan mutu layanan dan profesionalisme tenaga medis,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak RS Muna Barat.(**)








