KENDARI, Hitsultra.com – Upaya panjang aparat kepolisian memburu pelaku curanmor lintas kabupaten akhirnya membuahkan hasil, Selasa, 25/11/2025.
Unit Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari berkolaborasi dengan Resmob Morowali berhasil meringkus AR (38), buronan spesialis pencuri motor yang selama ini berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran polisi.
AR ditangkap di Kelurahan Bahoea Reko-reko, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/11/2025) malam.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan bahwa AR merupakan aktor utama jaringan curanmor yang beraksi di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Kendari, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), hingga Kabupaten Morowali.
Jejak kejahatan AR bahkan disebut telah berlangsung lama dan terorganisasi.
Dari hasil interogasi, AR mengakui telah mencuri sekitar 150 unit sepeda motor yang kemudian dijual kepada para penadah dengan harga berbeda-beda.
Angka tersebut, kata Malau, menunjukkan bahwa pelaku sudah sangat meresahkan warga di tiga daerah tersebut.
“Pelaku ini sering berpindah lokasi, berpura-pura bekerja serabutan, lalu melakukan aksinya. Karena ia beroperasi lintas kabupaten, penangkapannya membutuhkan koordinasi intensif antar satwil. Dari pengakuannya, lebih dari 150 motor telah dicuri dan dijual kembali,” ujar Malau.
Penangkapan AR berlangsung dramatis. Saat hendak diamankan, AR tiba-tiba kabur dan nekat menerobos aliran sungai di Bahoea Reko-reko untuk meloloskan diri.
Tanpa ragu, personel Buser 77 dan Resmob Morowali terus mengikuti pelaku.
Pengejaran sejauh 30 hingga 50 meter itu berlangsung menegangkan karena medan licin dan arus sungai cukup deras.
Namun upaya pelaku berakhir sia-sia. Ia berhasil ditangkap tidak jauh dari bibir sungai.
“Saat kami mendekat, pelaku langsung lari ke sungai. Anggota tidak punya pilihan selain mengejar. Situasinya cukup berisiko, tapi kami tidak ingin memberi ruang bagi pelaku untuk kabur lagi,” tegas AKP Welliwanto Malau.
Setelah ditangkap, AR langsung dibawa ke Kendari untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi kini sedang mengembangkan jaringan yang terkait dengan aksi AR.(**)








