BAU-BAU, Hitsultra.com – Dugaan peredaran produk skincare yang diduga tidak memenuhi standar keamanan di Kota Baubau menjadi sorotan publik.
Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara memastikan akan membawa sejumlah produk skincare untuk diuji di laboratorium independen guna memastikan kandungan dan keamanannya.
Produk yang akan diuji meliputi Scrub Membahana, Toner, Retinol Gel Booster Infus, Susu Wajah Whitening, dan Body Lotion Infus NN.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperoleh kepastian ilmiah terkait dugaan adanya kandungan berbahaya (merkuri) dalam produk yang beredar di masyarakat.
Koordinator AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, mengatakan pihaknya telah mengantongi sampel produk yang akan dijadikan objek pengujian laboratorium.
“Kami telah memiliki sampel produk skincare tersebut dan akan melakukan uji laboratorium untuk membuktikan ada atau tidaknya kandungan berbahaya sebagaimana dugaan yang berkembang,” ucapnya, Sabtu (27/6).
Menurut Firman, hasil uji laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian sehingga masyarakat memperoleh perlindungan apabila ditemukan produk yang tidak memenuhi standar keamanan kosmetik.
Selain itu, sorotan tajam juga mengarah pada dugaan keterlibatan oknum Bhayangkari dalam peredaran produk tersebut.
Untuk itu, AMAN Sultra juga mendesak aparat penegak hukum agar mengusut dugaan tersebut secara profesional dan tanpa pandang bulu apabila ditemukan adanya pelanggaran.
“Kami meminta Kapolres Baubau tidak tebang pilih. Jika memang ditemukan pelanggaran, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Tak hanya itu, AMAN Sultra juga meminta instansi pengawas, termasuk BPOM, untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap produk-produk kosmetik yang beredar di pasaran guna memastikan keamanan masyarakat.
Sementara itu, pihak BPOM Baubau menyatakan telah menerima informasi mengenai dugaan tersebut dan akan melakukan pendalaman.
BPOM mengaku baru mengetahui adanya produk yang dimaksud dan akan menelusuri legalitas serta aspek keamanan produk tersebut sesuai kewenangannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebut dalam dugaan tersebut.
Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan masih menunggu hasil uji laboratorium maupun penyelidikan dari instansi berwenang.
Laporan: Redaksi







