KONAWE, Hitsultra.com – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Toriki, Kecamatan Anggaberi dengan membuka dan menata kembali akses jalan kelurahan menuju kawasan persawahan yang selama ini kurang difungsikan.
Dengan mengandalkan swadaya masyarakat dan menggunakan alat berat, warga melakukan pembukaan serta penataan badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter.
Langkah tersebut dilakukan karena akses menuju kawasan persawahan dinilai penting bagi aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.
Ruas jalan tersebut diketahui telah dibentuk dan digunakan sejak sekitar 1986. Namun, menurut masyarakat, kondisi jalan tersebut selama bertahun-tahun belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan masukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe agar akses tersebut mendapat penanganan, namun tak kunjung mendapat realisasi.
Kondisi tersebut akhirnya mendorong warga untuk mengambil inisiatif sendiri. Mereka secara bersama-sama membuka dan menata kembali akses jalan tersebut sembari tetap menunggu adanya rehabilitasi dari pemerintah daerah.
Akhrul Aspian Nur disebut sebagai salah satu pencetus inisiatif pembukaan kembali akses jalan tersebut. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan masyarakat sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara swadaya.
Lurah Toriki, Aras Saiful, mengatakan bahwa ruas jalan tersebut sebelumnya telah dilakukan pengukuran oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait sebagai bagian dari persiapan penanganan jalan.
“Jalan ini sebelumnya sudah dilakukan pengukuran oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait. Namun masyarakat tidak ingin hanya menunggu,” kata Aras Saiful, Selasa, 18/8/2026.
“Karena akses ini dibutuhkan untuk aktivitas warga menuju persawahan, masyarakat berinisiatif melakukan pembukaan dan penataan secara swadaya,” jelasnya.
Menurutnya, langkah masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjawab kebutuhan lingkungan.
Penggunaan alat berat diharapkan dapat mempercepat proses pembukaan badan jalan sehingga akses menuju kawasan persawahan kembali dapat digunakan dengan lebih mudah.
Bagi masyarakat Toriki, jalan tersebut bukan sekadar akses transportasi, tetapi merupakan jalur penting yang berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan sumber penghidupan warga.
Masyarakat berharap perhatian pemerintah daerah terhadap ruas jalan tersebut tidak berhenti pada pengukuran, tetapi dilanjutkan dengan rehabilitasi secara permanen sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Lurah Toriki juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang secara mandiri mengambil bagian dalam membuka kembali akses tersebut.
“Ini adalah bentuk kebersamaan masyarakat. Pemerintah kelurahan tentu mengapresiasi inisiatif warga. Harapannya, setelah akses ini kembali terbuka, aktivitas masyarakat menuju persawahan menjadi lebih mudah dan ke depan penanganan secara permanen juga dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Pembukaan kembali jalan secara swadaya ini menjadi gambaran bahwa masyarakat tidak selalu memilih untuk menunggu ketika kebutuhan akses sudah mendesak.
Dengan semangat gotong royong, warga Toriki mengambil langkah awal untuk menghidupkan kembali akses yang telah ada sejak puluhan tahun lalu.
Kini, sekitar 500 meter ruas jalan menuju kawasan persawahan Kelurahan Toriki kembali dibuka dan mulai dapat dimanfaatkan masyarakat, sembari menanti realisasi penanganan dan rehabilitasi dari pemerintah daerah.
Laporan: Redaksi







