KONAWE, Hitsultra.com – Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K, M.Si, bersama jajaran PJU Polres Konawe turun langsung menindaklanjuti informasi terkait dugaan perundungan terhadap seorang siswa SD Negeri 1 Nario Indah di Kecamatan Wawotobi.
Klarifikasi digelar Senin, 31 Agustus 2026, di SD Negeri 1 Nario Indah dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua siswa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, pemerintah desa, pengawas sekolah, guru, serta unsur terkait lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan keterangan.
Hasil klarifikasi menunjukkan persoalan yang berkembang di media sosial pada dasarnya berkaitan dengan perbedaan pemahaman dan miskomunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Kapolres Konawe menegaskan kehadirannya sebagai bentuk kepedulian untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan berdampak terhadap psikologis maupun proses pendidikan anak.
“Harapan kita, persoalan ini tidak melebar dan tidak mempengaruhi perkembangan anak-anak,” kata Kapolres.
“Jangan sampai ada kendala dalam pergaulan mereka dengan teman-temannya yang berkepanjangan. Persoalan seperti ini masih bisa dibicarakan dengan baik secara kekeluargaan,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan saling memahami agar anak-anak tetap dapat belajar serta bergaul secara sehat di lingkungan sekolah.
Usai pertemuan, Kapolres bersama jajaran mengunjungi kediaman siswa Abdu di Desa Nario.
Dalam kunjungan itu, Kapolres memberikan dukungan moril kepada siswa dan keluarganya sekaligus menyerahkan bingkisan.
Penyelesaian persoalan selanjutnya akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.
Para pihak juga sepakat mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan melalui proses adat, dengan waktu dan tempat yang akan ditentukan kemudian.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Polres Konawe menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga situasi kondusif di lingkungan pendidikan, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui komunikasi, musyawarah dan pendekatan humanis.
Editor: Redaksi







