KONAWE, Hitsultra.com – Inspektorat Kabupaten Konawe tengah melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025, Rabu, 22/4/2026.
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada realisasi anggaran serta kesesuaian antara laporan administrasi dengan kondisi faktual di lapangan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan penggunaan dana desa berjalan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Selain itu, tim Inspektorat juga menelusuri potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran, termasuk memastikan setiap program yang dibiayai dana desa benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu kepala desa di Kabupaten Konawe yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya telah menerima kedatangan tim Inspektorat untuk melakukan klarifikasi serta pengecekan dokumen.
“Iya benar, ada pemeriksaan dari Inspektorat. Kami diminta menyiapkan dokumen terkait penggunaan dana desa, termasuk laporan realisasi dan bukti kegiatan di lapangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa pada prinsipnya mendukung penuh proses pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi penggunaan anggaran.
“Kami siap kooperatif dan terbuka agar pengelolaan dana desa bisa lebih baik dan sesuai aturan,” tambahnya.
Salah satu yang menonjol dalam pemerintahan ini, Inspektorat Konawe menemukan realisasi anggaran pembangunan fisik yang tidak normal. Anggaran besar namun fisik bangunan tidak selesai hingga akhir tahun 2025.
Selanjutnya, inspektorat juga menemukan realisasi anggaran ketahanan pangan / penyertaan modal BUMDes yang anjlok.
Sebagaimana diketahui danadesa tahun 2025 mengalokasikan anggaran 20 persen untuk ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes.
Namun hasil pemeriksaan sementara Inspektorat Konawe, sebahagian BUMDes di Kabupaten Konawe nyaris gulung tikar padahal ratusan juta anggaran digelontorkan.
Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasilnya masih dinantikan.(**)







