KONAWE, HITSultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe menegaskan komitmennya untuk berdiri di garda depan dalam memperjuangkan nasib tenaga honorer aktif, termasuk tenaga kesehatan (nakes), guru, dan tenaga teknis, yang kini menanti kepastian status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Hal ini tentu menjadi harapan ribuan tenaga honorer di Konawe kembali mendapat energi baru, Senin, 22 September 2025.
Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy S.Si, mengungkapkan hal itu usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah yang dihadiri Asisten III, Dinas Pendidikan, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
“Pesan ini kami sampaikan sebagai bentuk penyemangat bagi seluruh tenaga honorer aktif yang benar-benar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Kabupaten Konawe ini bukan milik segelintir orang saja, tetapi milik kita semua. Hak setiap masyarakat patut diperjuangkan,” tegas Dedy.
Dalam forum tersebut, DPRD Konawe menegaskan akan terus mengawal aspirasi tenaga honorer hingga kejelasan nasib mereka benar-benar terwujud.
“Kami pastikan, perjuangan ini tidak dilakukan sendirian. DPRD Konawe akan terus membersamai teman-teman forum honorer aktif, baik yang bergerak di lapangan maupun yang mengawal secara administratif. Ini soal masa depan masyarakat kita, dan kami akan berjuang bersama hingga tuntas,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, DPRD juga memberikan pesan moral kepada para honorer untuk tidak patah semangat dalam menjalankan tugas mulia mereka.
“Teruslah semangat dan berkarya. Jangan mundur dari semangatmu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Insya Allah, perjuangan ini kita jalani dengan ikhlas dan pantang menyerah,” tandasnya.
Dukungan moral dan politik dari DPRD ini diharapkan menjadi suntikan semangat baru bagi para tenaga honorer di Konawe agar tetap teguh memperjuangkan hak-hak mereka dengan cara bermartabat.(**)







