Ketua KPU Konawe Tuding Banyak Media Tidak Netral, Ketua PWI: Statementnya Mencederai Wartawan

Ketua PWI Konawe, Andriansyah Siregar. Foto: Ist

UNAAHA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Konawe, Andriansyah Siregar menyayangkan statement Ketua KPU Konawe, Wike yang menyebut banyak media yang tidak netral saat diwawancarai sejumlah awak media usai kegiatan rapat Koordinasi Forkopimda di Aula BKPSDM Konawe, pada Kamis (26/9) kemarin.

Menurut Andriansyah, statement Ketua KPU Konawe ini mencederai dan melukai perasaan teman-teman wartawan yang berada didaerah Konawe.

“Kami merasa dilukai atas kalimat yang dilontarkan oleh Wike selaku ketua KPU Konawe, yang dimana dirinya menyebutkan banyak media yang tidak netral. Kita semua tahu bahwa karya jurnalis yang diterbitkan oleh media merupakan hasil kerja – kerja teman wartawan dilapangan dan secara otomatis itu menjustifikasi kerja sebagian besar teman – teman yang dianggapnya tidak netral ini,” kata Andriansyah dalam keterangan persnya.

“Apalagi yang berstatement adalah Ketua KPU, kalau masyarakat salah menterjemahkan kata netralitas itu keranah Pilkada itu bisa rawan, semestinya kalau terkait pemberitaan yang dianggap menyudutkan penyelenggara pemilu itu sebut saja beritanya kurang berimbang, toh ada ruangnya hak jawab. Bisa digunakan ruang – ruang itu,” tambahnya.

“Saat ini sudah memasuki tahapan Kampanye pemilihan kepala daerah, mestinya ketua KPU Konawe ini sebagai penyelenggara pemilu fokus dengan kerja tahapan yang makin padat, bukan malah membuat opini dan pernyataan yang bisa membuat publik gaduh,” tegas Andriansyah Siregar.

Dirinya mengingatkan Ketua KPU Konawe ini jika merasa dirugikan atas pemberitaan dapat menempuh jalur yang sesuai prosedur. “Kalau merasa karya jurnalis teman-teman (berita.red) itu dianggap merugikan lembaga KPU Konawe tentu ada sarananya, bisa dilaporkan ke Dewan Pers untuk diproses,” lanjutnya.

“Jangan hanya menyebut banyak, karena banyak itu harus ada angkanya. Sekalian sebut saja nama medianya agar tidak terjadi kegaduhan publik dikalangan teman – teman wartawan, tentu kami merasa dilukai,” tutur Ketua PWI Konawe ini.

Ia juga mengungkapkan, jika menjadi pejabat publik itu setiap saat mesti siap dikritisi. “Salah satu fungsi Pers adalah lembaga kontrol, jadi ketika di kritisi terkait kebijakan atau hal – hal yang dianggap perlu terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang tengah berlangsung itu suatu hal yang lumrah,” ujarnya.

Dirinya juga meminta Ketua KPU Konawe agar dapat mempertanggung jawabkan pernyataannya tersebut. “Harus dipertanggung jawabkan, tidak netralnya seperti apa. Jangan dibuat blunder lah, ini tahapan pemilihan kepala daerah sedang berlangsung tanggung jawab kita bersama untuk menjaga suasananya agar tetap adem,” Katanya.

“Sekedar mengingatkan bahwa organisasi PWI ini tidak sebatas menaungi wartawan dari berbagai media yang ikut berorganisasi, lanjut Andriansyah.

“Tetapi PWI itu berdiri dengan profesional dalam karya pers nya, berwawasan tinggi atau intelek dalam melakukan karya Persnya serta berintegritas dalam menjalankan tugas tugasnya nya sebagai wartawan,” pungkasnya.

Sebelumnya, santer pemberitaan terkait pernyataan Ketua KPU Konawe, Wike, dimana dirinya menuding banyak media yang tidak netral.

“Banyak media di Konawe yang tidak netral, dan memberitakan secara tekhnis, secara negatif ke Penyelenggara Pemilu, semuanya berita berita ini,” kata Wike, waktu diwawancarai usai mengikuti Kegiatan Rapat Koordinasi Forkopimda di aula BKPSDM Kabupaten Konawe.

Berikut salah satu media yang memuat pernyataan Ketua KPU Konawe. https://mediakendari.com/ketua-kpud-konawe-buat-blunder-lagi-sebut-banyak-media-massa-online-tidak-netral/138334/

(**)