Menteri ESDM Didesak Hentikan RKAB Perusahaan yang Abaikan Kontraktor Lokal di Konut

JAKARTA, Hitsultra.com – Massa aksi yang tergabung dalam Masyarakat Lingkar Tambang Bumi Anoa Konawe Utara (Konut) menggeruduk kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI di Jakarta, Rabu, 10/12/2025.

Mereka menuntut kejelasan keterlibatan kontraktor lokal dalam aktivitas pertambangan di wilayah Konawe Utara, yang selama ini dinilai diabaikan perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP).

Aksi massa tersebut digalang sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kementerian ESDM, khususnya kepada Menteri Bahlil Lahadalia, yang dianggap belum menunjukkan komitmen tegas dalam memastikan kontraktor lokal turut diberdayakan di sektor tambang.

Ketua Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Lokal Konawe Utara, Rakhmatullah, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kegelisahan masyarakat yang hanya menjadi penonton di tanah sendiri, meski ratusan IUP beroperasi di wilayah itu.

“Kami datang atas nama masyarakat lokal Konawe Utara. Ada IUP yang jelas-jelas beroperasi di tanah kami, tetapi sama sekali tidak melibatkan kontraktor lokal,” kata Rakhmatullah saat berorasi di depan Gedung ESDM RI.

“Ini bentuk kejahatan yang nyata mengambil keuntungan di daerah kami, tapi menutup mata terhadap keberadaan kami, “tambahnya.

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan, pada tahun 2025 tercatat sekitar 36 perusahaan di Konawe Utara yang memperoleh kuota RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya).

Usut punya usut , tak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan kontraktor lokal.

Olehnya itu, Rakhmatullah mendesak Menteri ESDM untuk menangguhkan seluruh RKAB perusahaan tambang di Konawe Utara sebelum adanya kepastian bahwa kontraktor lokal dilibatkan dalam kegiatan operasional.

“Jika persetujuan RKAB kembali dikeluarkan tanpa melibatkan kontraktor lokal, konflik horizontal sangat mungkin terjadi ke depan. Ini soal penegakan aturan, soal masa depan ekonomi, dan soal peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat lingkar tambang,” tegasnya.

“Jangan jadikan Konawe Utara kaya sumber daya alam, tapi miskin sumber daya manusia,” pungkasnya.(**)